Connect with us

InfoDesa

Mengenal Lebih Dalam PLTP Kamojang, Pembangkit Listrik Panas Bumi Tertua di Indonesia

Published

on

PLTP Kamojang

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang merupakan yang terbaik di Indonesia, karena uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga uap dapat langsung masuk ke turbin.

PLTP Kamojang sudah beroperasi selama 39 tahun. PLTP Kamojang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan panas bumi di Indonesia. Jejak kehadirannya dimulai pada 1918, tahun di mana wabah flu Spanyol mengguncang dunia seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Kala itu, JB Van Dijk, seorang guru di HBS Bandung, Jawa Barat, merupakan sosok penting yang menandai jejak PLTP Kamojang. Ia merupakan penggagas awal energi panas bumi di era kolonial yang kemudian melahirkan PLTP Kamojang.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!


Gagasannya dimulai dengan satu tulisan berjudul ‘Krachtbronnen in Italie’ atau ‘Kekuasaan di Italia’ yang terbit di majalah Koloniale Studien. Keberhasilan Italia memanfaatkan panas bumi untuk energi listrik di Larnderello, Italia Tengah, menginspirasi Van Dijk untuk mendorong Pemerintah Hindia Belanda melakukan hal yang sama.

Keberhasilan Italia menghasilkan energi panas bumi di tahun itu, menurutnya bisa diikuti oleh Hindia Belanda. Sayangnya, tulisan Van Dijk ditanggapi dingin oleh Pemerintah Hindia Belanda saat itu.

Bahkan tulisannya dikritik oleh berbagai pihak yang menganggap idenya tidak masuk akal untuk dipakai di Indonesia. Setidaknya butuh waktu sewindu, hingga pada 1926 akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menggelontorkan dana untuk melakukan pengeboran di lapangan Kamojang.

PLTP Kamojang

The Netherland East Indies Vulcanologycal Survey, perusahaan milik Hindia Belanda, ditugasi untuk melakukan pengeboran. Beberapa tahun kemudian, bersama dengan Geothermal Energy New Zealand Ltd, perusahaan asal Selandia Baru, memulai eksplorasi pengembangan panas bumi.

Perjalanan menghadirkan energi panas bumi ini di Kamojang pun tak singkat. Butuh waktu panjang hingga akhirnya PLTP Kamojang unit 130 megawatt (MW) berhasil beroperasi pada 1982 silam. Menandai keberhasilan Indonesia yang telah berdaulat sebagai negara merdeka dalam mengikuti jejak Italia yang menginspirasi tulisan Van Dijk.

Dalam 5 tahun kemudian, PLTP Kamojang unit 2 dan unit 3 pun beroperasi mendukung sistem kelistrikan Indonesia di Jawa Barat.

Penghargaan yang Diterima PLTP Kamojang

Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma mengatakan bahwa PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan berhasil mendapatkan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

Beberapa penghargaan dalam bidang lingkungan maupun Corporate Social Responsibility (CSR) juga diraih oleh Kamojang POMU. Misalnya Penghargaan Proper Emas yang diterima dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR/PKBL dari Gubernur Jawa Barat.

Rahmi juga menyebutkan bahwa sistem tata kelola yang baik dengan mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan, salah satu kunci prestasi PLTP Kamojang.

PLTP Kamojang

PLTP Kamojang juga memiliki berbagai program CSR, misalnya budidaya tanaman kopi pelag yang ditanam di kaki Gunung Papandayan. Program ini dilakukan oleh mitra binaan, fungsinya sebagai tanaman penyangga longsor di daerah pegunungan dan sebagai area tangkapan air.

Program CSR lainnya adalah pemberdayaan pada nelayan ikan di Situ Bagendit yang merupakan area obyek wisata di wilayah Garut, dan penanaman 1000 pohon hingga 2021 untuk mengurangi emisi karbondioksida.

Keberhasilan PLTP Kamojang menjadi bukti bahwa potensi sumber energi panas bumi di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi utama, khususnya untuk menggantikan sumber energi fosil. Hal ini juga menjadi langkah untuk beralih ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan demi kemandirian energi Indonesia di masa mendatang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

InfoDesa

Polres Ciamis Siapkan 5 Titik Pemeriksaan Jelang Nataru

Published

on

Petugas Polres Ciamis melakukan pemeriksaan di check point Cihaurbeuti, Selasa 30 November 2021. Menjelang Nataru, Polres Ciamis menyiagakan lima titik pemeriksaan.

Kepolisian Resor (Polres) Ciamis siagakan lima titik pemeriksaan (check point) di sepanjang jalur Ciamis dan Pangandaran. Selain pos pemeriksaan persyaratan perjalanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus dilengkapi gerai vaksinasi.

Lima titik pemeriksaan tersebut yakni, di wilayah Cihaurbeuti, pintu masuk Ciamis dari arah barat yang berbatasan dengan Tasikmalaya. Jembatan Timbang yang ada di perkotaan Ciamis, kemudian di wilayah Cisaga yang berbatasan dengan Kota Banjar. Selanjutnya di Kalipucang serta pintu masuk kawasan wisata Pangandaran.    

“Ini bukan penyekatan, tetapi check point (titik pemeriksaan). Keberadaan pos ini sesuai dengan Inmendagri Nomor 52,” kata Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, di sela memantau check point di Cihaurbeuti, Selasa 30 November 2021.

Baca Juga :

  1. Menteri PPPA Soroti Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Seorang Anak di Kabupaten Bandung
  2. Candi Suku Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko
  3. Mampukah Kampus Menangkal Kekerasan Seksual?

Tempat pemeriksaan, lanjutnya, aktif mulai 30 November 2021 sampai dengan seminggu awal Bulan Januari 2022. Selama berlangsungnya kegiatan, petugas melakukan pemeriksaan persyaratan bagi pengendara perjalanan darat masuk Ciamis.

“Kegiatan ini dalam rangka menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kami juga memberikan edukasi dan pemahaman agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, terlebih masih dalam situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, syarat perjalanan darat masuk Ciamis, sudah menjalani vaksinasi minimal 1 kali atau vaksinasi dosis pertama. Dengan demikian, yang belum divaksinasi, terpaksa putar balik arah semula.

“Berlaku mulai awal Bulan Desember. Yang belum divaksin, petugas melakukan pemutarbalikan kendaraan, tidak boleh melintas masuk Ciamis,” ujarnya.  

Untuk membantu pemakai jalan yang belum divaksin, di lokasi check point tersebut juga dibuka gerai vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini sekaligus merupakan upaya mencegah penyebaran virus Corona.

“Yang baru disuntik vaksin, juga diimbau agar balik, kembali ke rumah. Khawatir ada kejadian ikutan pasca imunisasi,” kata Wahyu.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap di rumah, ketimbang  melakukan perjalanan. Alasannya karena saat ini belum bebas Covid-19.

“Apabila memang tidak urgen, lebih baik tinggal di rumah bersama keluarga. Mudah-mudahan pasca Nataru tidak ada lonjakan, tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19,” tuturnya.

Continue Reading

InfoDesa

Libur Nataru Ciamis, PPKM Level 3 Tak Seketat Sebelumnya

Published

on

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 saat libur natal dan tahun baru (nataru), pemerintah kabuaten ciamis fokus pada protokol kesehatan. Berbeda dengan sebelumnya, pembatasan kali ini tidak seketat sebelumnya.

“Yang lebih penting adalah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan vaksin. Pada intinya, kami intensif serta melakukan edukasi menyangkut protokol kesehatan,” kata Bupati ciamis, Herdiat Sunaraya, usai memimpin rapat koordinasi dengan camat serta SKPD, di Aula Setda Ciamis Rabu 24 November 2021.

Dia menambahkan secara nasional penerapan PPKM level 3 berlangsung mulai 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022.

Baca Juga :

  1. Kota Lahore Jadi Kualitas Udara Buruk Ketiga di Dunia
  2. Anak SD di Bandung Tertembak di Punggung, Cerita Peluru Nyasar Beredar
  3. 4 Minuman Penambah Energi Selain Kopi, Ada Teh Hijau

Selama masa tersebut pusat keramaian seperti Alun-alun dan Taman Rafflesia diperket pengawasannya. Demikian pula tempat keramaian lain yang selama ini menjadi ajang berkumpul masyarakat saat libur nataru.

Patroli tetap digiatkan, melakukan monitoring keadaan. Tetapi tidak seketat saat PKM level 3 sebelumnya, lebih pada disiplin protokol kesehatan, masker dan vaksin,” tuturnya.

Herdiat menyatakan, penerapan prokes secara ketat tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Saat libur nataru, tambahnya potensi terjadinya kermuan lebih tinggi dibandingan sehari-hari.

“Namun demikian, sejak pandemi suasana pusat keramaian tidak begitu ramai. Kami juga mengimbau, agar mengisi libur nataru lebih baik tetap di rumah bersama keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut Herdiat mengungkapkan, perkembangan kasus covid-19 di tatar galuh Ciamis yang terus melandai. Bahkan pihaknya juga melaksanakan pengambilan sampel acak terhadap 400 sekolah selama berlangsung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Hasil tes Covis-19 secara acak di 400 sekolah, hasilnya nihil. Zero Covid-19. Saya minta agar kondisi ini tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis minta Pemerintah Kabupaten Ciamis menutup lokawisata yang tidak berizin, tidak ada pengelola. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

 “Risikonya tinggi. Apalagi kondisi cuaca ekstrem saat ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis  Wasdi Ijudin.

 Tempat wisata yang mengantongi izin, tambahnya, diminta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk melakukan pengawasan terhadap wisatawan.

“Wajib memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan,” 

Continue Reading

InfoDesa

Kisah Gedig, Kawasan Hutan Asri dan Sejuk yang Kini Tergerus Timbunan Sampah TPA Sarimukti Bandung Barat

Published

on

Sebelum dikenal sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, warga mengenal lokasi penampungan sampah tersebut dengan nama Gedig. Gedig merupakan kawasan hutan asri berhawa sejuk yang dikeramatkan warga. 

Kehadiran TPA Sarimukti  pada 2006 silam mengubah bentang alam dan keanekaragaman flora dan fauna Gedig. TPA menggusur pepohonan, mengusir hawa sejuk nan bersih dan membuat satwa-satwa langka semakin sulit terlihat. Amin, pria 62 tahun tersebut seperti kembali ke masa lalu kala disodori pertanyaan mengenai kondisi hutan wilayah Gedig tempo dulu.

“Ari kapungkur mah geledegan (Kalau dulu mah hutan lebat),” kata warga Kampung Sirnawati, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat .

Baca Juga:

  1. Jokowi Tunjuk Dudung Abdurachman Jadi KSAD Gantikan Andika Perkasa
  2. Capaian Vaksinasi Sudah Tinggi tapi Garut Masih Berada di Level 3 PPKM
  3. Daftar Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana Bulan Sebagian, Terjadi pada 19 November 2021 

“Disebat Leuweung Hideung teh rupi-rupi kaina, model kiara, bangsa kai-kai teas (Disebut Leuweung Hideung karena memiliki beragam pepohonan, seperti pohon kiara, serta berbagai pepohonan keras lainnya),” ujar Amin.

Leuweung Hideung berada di area perbukitan Gedig. Di atas bukit, terdapat medan datar yang menjadi lokasi petilasan Embah Gedig. Sosok Embah Gedig tak terlalu jelas identitasnya. 

Hanya saja, petilasannya dianggap merupakan kuburan dan dijadikan lokasi ziarah warga. Penanda tempat keramat tersebut, tutur Amin, berupa keberadaan pohon Mindi besar yang sekarang telah tumbang.

Sedangkan di bawah bukit, terdapat cekungan atau legok yang ditumbuhi pohon-pohon jati. Cekungan itu kemudian menjadi lokasi pembuangan sampah TPA Sarimukti. Penyebutan nama Gedig, menurut Amin, berasal dari jalur setapak yang digunakan warga untuk memotong jalan/rute wilayah Sarimukti menuju Desa Nanggeleng di Kecamatan Cipeundeuy. 

“Kapungkur bade ka Nanggeleng, marapahna kadinya (Dahulu, kalau mau ke Nanggeleng, warga melintasi jalur tersebut),” ucapnya. 

Saat itu, warga Cicadas, dan kampung-kampung lain di wilayah Sarimukti masih merupakan bagian dari Desa Nanggeleng. Tak heran, tetua kampung kerap menyambangi kampung jika ada rapat-rapat di desa tersebut. Sementara warga mendatangi Desa Nanggeleng saat mengurus dokumen pernikahan.

Pada sekira 1972, tutur Amin, kampung-kampung di wilayah Sarimukti kemudian berpisah dari Nanggeleng dan bergabung dengan Desa Kertamukti (Cipatat). Akhirnya wilayah tersebut menjadi desa sendiri bernama Sarimukti pada sekira 1980. 

Jalur Gedig tempo dulu sangat berbeda dengan ruas jalan Rajamandala-Cipeundeuy saat ini yang menjadi akses TPA Sarimukti  Saat itu, jalur Geding masih berupa jalan setapak yang belum tersentuh aspal.

Warga mesti melintasi hutan Gedig saat memotong jalan menuju wilayah Cipeundeuy. Amin juga salah satu warga yang pernah melewatinya jalur potongan itu  saat bekerja sebagai penyadap karet di Rontog, Bojongmekar (Cipeundeuy).  Ampir teu aya (Nyaris sudah hilang),” ujarnya. 

Satwa yang masih terlihat di sana hanya monyet. Ia menambahkan, jalur Gedig mulai berubah sejak pembangunan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata pada 1980-an. Akses jalan itu diperbaiki sehingga bisa dilintasi kendaraan.

Keterangan Amin senada dengan Diding, 67 tahun. Warga Kampung Citumpeng, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy. Menurutnya, jalan utama Rajamandala-Cipeundeuy sewaktu jalur Gedig belum diperbaiki, yakni‎  melewati area Perkebunan Cimangsud. Untuk kuburan Embah Gedig, Diding menilai lokasi tersebut hanya berupa petilasan atau jejaknya saja, bukan kuburan.

Gedig dalam buku Indische Spoorweg Politiek pada 1920 karya SA Reitsma. Gedig disebut-sebut dalam salah satu bagian buku itu terkait pembangunan jalur kereta Bandung-Buitenzorg. Mantan Wali Kota Bandung itu menuliskan Gedig dengan nama, Goenoeng Gedig serta jalan Desa Tjipitjoeng (Cipicung) dan Tjikadoe (Cikadu). Nama Cipicung hingga masih ditemui di dekat TPA Sarimukti  sebagai nama kampug dan sungai yang menjadi lokasi pembuangan lindi atau limbah cair TPA tersebut. Hawa sejuk dan jernihnya udara Gedig kini tinggal kenangan, berganti bau yang menguar dari timbunan sampah TPA.

Continue Reading

LATEST NEWS

COVID-19Update6 jam ago

Dukung Pemakaian Terbatas Obat Terapi Covid-19, FDA Tak Beri Rekomendasi untuk Wanita Hamil

Kekhawatiran tentang varian baru Omicron ‘berhasil’ mengguncang pasar keuangan hingga memicu keresahan terhadap kekuatan pemulihan ekonomi global ketika dunia tengah...

Nasional7 jam ago

Hari AIDS Sedunia Serukan Akses Kesehatan Merata untuk ODHA

Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day diperingati pada 1 Desember setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada...

Nasional7 jam ago

Komnas HAM Beberkan Hasil Penyelidikan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Pusat

Berdasarkan serangkaian hasil penyelidikan terhadap Peristiwa Perundungan dan Pelecehan Seksual di Lingkungan KPI Pusat, Komnas HAM menyimpulkan bahwa terdapat beberapa aspek dugaan pelanggaran HAM...

InfoDesa7 jam ago

Polres Ciamis Siapkan 5 Titik Pemeriksaan Jelang Nataru

Kepolisian Resor (Polres) Ciamis siagakan lima titik pemeriksaan (check point) di sepanjang jalur Ciamis dan Pangandaran. Selain pos pemeriksaan persyaratan perjalanan menjelang Natal...

Nasional7 jam ago

Disdik Jawa Barat Terbitkan Surat Edaran Jelang Natal dan Tahun Baru, Terdapat 5 Poin yang Harus Diperhatikan

Dinas Pendidikan Jawa Barat resmi mengeluarkan aturan terkait kegiatan Pendidikan 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Untuk diketahui pada waktu tersebut...

Nasional7 jam ago

UMK Surabaya 2022 Tertinggi di Jawa Timur, Ini Besarannya

UMK Surabaya 2022 meningkat dari tahun sebelumnya 2021 dan menandakan bahwa Upah Minimun Kabupaten/Kota tertinggi di Jawa Timur. UMK Surabaya...

Showbiz7 jam ago

Lirik Lagu Back To December – Taylor Swift, Permintaan Maaf hingga Penyesalan di Bulan Desember

Memasuki bulan Desember, tak lengkap rasanya jika tidak mendengarkan lagu patah hati paling legendaris dari Taylor Swift, yaitu Back To December. Back...

Internasional7 jam ago

Indonesia Bebas Impor Beras Umum Selama Tahun 2021, Kemendag: Terakhir Kali 2018

Kementerian Perdagangan (kemendag) memberikan pernyataan terkait pemerintah yang tidak melakukan impor beras selama tahun 2021. Dituturkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad lutfi, ...

Showbiz7 jam ago

Kehebohan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ungkap Wajah dan Nama Baby R

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dikaruniai anak kedua pada 26 November 2021. Melalui siaran di YouTube, keduanya mengungkap nama dan...

Nasional7 jam ago

Sah UMK 2022 Ikuti PP 36/2021, Kota Bekasi Paling Tinggi, Kota Banjar Paling Rendah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Selasa 30 November 2021 telah menetapkan besaran nilai UMK di Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/...

COVID-19Update1 hari ago

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Polda Jabar Siapkan Gerai Vaksin di Sejumlah Titik Pemeriksaan Saat Nataru

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) akan mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru mendatang....

Sosial-Budaya1 hari ago

Candi Suku Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi-candi di Indonesia umumnya memiliki stupa, seperti Candi Borobudur dan Prambanan. Namun, berbeda dengan Candi Sukuh yang berada di Kabupaten...

Nasional1 hari ago

Buronan Kasus Mutilasi Ojol di Bekasi Tertangkap, Polisi Ungkap Motifnya

Polisi kembali menangkap satu pelaku inisiap ER terkait kasus mutilasi terhadap driver ojek online (ojol) inisial RS. Tersangka yang sebelumnya menjadi buronan polisi...

Internasional1 hari ago

Krisis Kemanusiaan Makin Parah Sejak Taliban Berkuasa, PBB Bagikan Uang ke Keluarga Afghanistan

Program Pangan Dunia PBB telah mendistribusikan uang tunai di ibu kota Afghanistan kepada sekitar 3.000 keluarga yang terkena dampak krisis kemanusiaan pada...

Bandung1 hari ago

Antisipasi Kebakaran di Gedung Pencakar Langit, Personel Diskar PB Bandung Butuh Keterampilan Vertical Rescue

Merespons perkembangan pembangunan -terutama gedung tinggi- di Kota Bandung, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menyiapkan sejumlah personelnya untuk mengikuti pelatihan kemampuan...

Nasional1 hari ago

Mentri Sosial Risma Pastikan Satu Hal Saat Kunjungi Lokasi Banjir Bandang Garut

 Menteri Sosial (Mensos) RI,Tri Rismaharini, Senin 29 November 2021 mengunjungi lokasi banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Garut, tepatnya di Kampung Ciloa, Desa Mekarwangi....

Regional1 hari ago

Polisi Ungkap Kronologi Kasus Mutilasi di Bekasi, Sebelum Dibunuh Korban Diajak Konsumsi Narkoba

Terkait korban mutilasi di Bekasi, Jawa Barat, sebelumnya pihak kepolisian telah mengamankan satu terduga pelaku dalam kasus itu. Kemudian dari hasil...

Regional1 hari ago

Pelaku Pembunuhan Istri di Cianjur Sempat Meminumkan Air Keras dan Lakban Mulut Korban

Terkait kasus penyiraman air keras oleh Warga Negara Asing (WNA) bernama Abdul Latief terhadap istri sirinya di Cianjur, Jawa Barat, polisi menyebut...

Advertisement
Advertisement

Trending